Setahu ais, Smadav adalah salah satu antivirus buatan anak negeri yang hebat. Yang sangat berguna bagi kita - kita yang pake komputer or leptop.
Selain kehebatannya melawan virus jahat, kelebihan lain yang dimiliki adalah ukuran filenya yang kecil sehingga lebih cepat dan lebih ringan dalam mendeteksi dan mengamankan komputer kita dari ancaman virus jahat.
Smadav memiliki dua versi yang bisa kita gunakan, yaitu versi Smadav Free dan Smadav Pro. Untuk mendapatkan versi Smadav Pro sebenarnya tidak terlalu mahal juga, yang kita perlukan hanya memberikan sedikit sumbangan (donasi) berapapun jumlahnya. Tapi bila ingin mendapatkan smadav pro secara gratis, tinggal melengkapi saja beberapa syarat dan ketentuan berikut ini:
Syaratnya blog/situs untuk pemasangan banner Smadav :
* Anda harus mempunyai blog/situs.
* Pasang Banner pada Blog/situs Anda (wajib menggunakan kode banner image 125x125 di bawah*).
* Banner harus diletakkan di tempat strategis di blog tersebut
* Banner harus terus dipasang sampai akhir tahun 2010.
* Blog mempunyai trafik pengunjung cukup besar. Silakan cek PageRank dan AlexaRank blog/situs Anda : popuri.us
* PageRank minimal 2, atau
* Jika PageRank 1 maka AlexaRank < 1.000.000, atau
* Jika PageRank 0 maka AlexaRank < 400.000.
* Tidak ada toleransi untuk syarat ini, hanya blog yang memenuhi syarat di atas yang akan diberi key Smadav Pro
* Kirim konfirmasi ke smadav@gmail.com untuk meminta (max 3) Registration Key dan sertakan alamat blog Anda.
Kode banner image 125x125 :
Preview :
smadav antivirus indonesia
Special thanks for Zainuddin Nafarin (CEO Smadav)
ais dapet info ini dr blogN kak bi2t
makasih buat kak bibit atas infonya..
mudah2 bermanfaat bbuat temen2 semua..
Perhelatan rutin tahunan ujian nasional (UN) telah usai. Sebagai sebuah kebijakan pemerintah UN jelas ada sisi positif (manfaat) dan juga ada sisi negatifnya (madharat). Sebagaimana Khamr, manfaatnya juga ada tapi madharatnya jauh lebih besar dibanding dengan manfaatnya- sehingga kemudian- Islam melarang minum khamr. Untuk kausus ujian nasional, manfaatnya jelas ada, tapi sebagaimana khamr- dampak/ekses negatif dari UN itu jauh lebih besar dibanding dengan manfaatnya. Tulisan ini sengaja hanya akan mencoba menguak dampak negatif dari pelaksanaan UN dengan sistem yang ada sekarang. Bukankah UN yang sungguh telah menghabiskan dana negara atau uang rakyat yang sangat banyak itu- langsung maupun tidak langsung- sebenarnya telah meninggalkan efek negatif terhadap masyarakat di dalam mempersepsi keberadaan pendidikan nasional?. Dampak negatif dari sistem ujian nasional yang ada sekarang ini adalah bergesernya paradigma (wijhat al- Nadzar) bagi para praktisi pendidikan, peserta didik dan wali pseserta didik.
Pertama, konstruk berfikir para kepala sekolah/madrasah dan guru tentang hakekat atau substansi dari kegiatan pendidikan sekarang ini hanyalah sebatas mengantarkan para peserta didik untuk lulus ujian nasional saja. Akibatnya, tentang bagaimana mengantarkan peserta didik untuk menjadi anak yang cerdas sebagaimana dirumuskan dalam tujuan utama pendidikan nasional, tidak pernah terpikirkan secara sistemik. Karena yang penting bagaimana para peserta didik itu siap berlaga dalam UN yang hanya terdiri dari tiga mapel tersebut.
Kedua, dampak ujian nasional bagi peserta didik adalah timbulnya pemahaman yang keliru terhadap makna bejalar di sekolah/madrasah. Tujuan studi (belajar) yang mestinya dalam rangka mencari ilmu (thalab al- ‘ilmi), kecerdasan dan akhlak yang mulia (akhlak al-Karimah) berubah menjadi sekedar meraih elulusan ujian nasional untuk tuga mapel UN. Akibatnya, mapel-mapel yang tidak di- UN- kan akhirnya menjadi dinomorduakan, termasuk gurunya. Kondisi demikian ini masih diperparah oleh sistem pelaksanaan UN-nya tidak jujur. Setiap kali ada pelaksanaan UN hampir pasti muncul aroma yang cukup tajam bahwa ada beberapa sekolah/madrasah yang dalam pelaksanaan UN- nya tidak fair-play alias tidak jujur. Artinya, dalam pelaksanaan UN di tingkat sekolah/madrasah itu panitianya dan tentu dengan “restu” kepalanya secara langsung atau tidak langsung membantu siswa supaya lulus UN, misalnya dengan cara memberi kunci jawaban kepada peserta UN, dan juga bisa dengan cara menggunakan siswa pandai untuk “dicontoh” oleh peserta didik yang memang lemah.
Sebenarnya untuk mendeteksi sebuah sekolah/madrasah bertindak curang atau tidak itu tidak terlalu sulit, di antaranya menanyakan kepada para peserta didik yang baru saja menyelesaikan belajarnya (tamat). Dari informasi tersebut dapat diketahui bahwa sebuah sekolah/madrasah itu melakukan curang/ tidak. Di samping itu, di dunia pendidikan kita sekarang ini muncul “keanehan-keanehan”. Misalnya, ekarang ini banyak sekolah/madrasah yang pada tahun lalu tingkat kelulusan UN- nya mencapai di atas 90% bahkan banyak yang 100%, sekarang ini malah justru hasil UN- nya di bawag 50%. Keanehan lain misalnya pada UN yahun yang lalu, ada sekolah/ madrasah yang sarprasnya pas-pasan, gurunya rata-rata di bawah standar bahkan mis-macth serta proses KBM nya tidak karuan alias sering kosong, tapi hasil kelulusannya luar biasa karena mencapai di atas 95% bahkan sampai 100%. Sementara di pihak lain ada sekolah/madrasah yang sarprasnya lengkap dan bagus, gurunya sudah memenuhi standar, proses KBM-nya bagus, sementara hasil UN-nya hanya berkisar antara 70 s/d 80 %. Pertanyaannya adalah “ada apa denganmu panitia UN di tingkat sekolah/madrasah?”
Bagi penulis, sekolah/madrasah yang dalam pelaksanaan UN- nya itu tidak jujur dan tidak fair-play, sebenarnya lembaga pendidikan tersebut telah melakukan “kejahatan intelektual” secara berjama’ah. Siapa yang paling berdosa, tidak lain adalah panitia UN di tingkat sekolah/madrasah yang tentu saja “dikomandani” oleh kepala sekolah/kepala madrasahnya. Mengapa saya katakan sebagai kejahatan intelektual? Tidak lain karena mereka para panitia UN dan kepala sekolah/ madrasah yang mestinya menjunjung nilai-nilai akademis dalam dunia ilmu malah justru melakukan kecurangan. Dengan melakukan kecurangan, berarti telah menafikan nilai-nilai akademis dari sebuah kegiatan pendidikan yaitu kejujuran (fairness) dan obyektifitas (objectivity) itu sendiri. Kalau dalam wilayah ilmu itu tidak jujur, jelas itu merupakan bentuk “kejahatan intelektual”. Bukankah dalam dunia ilmu itu mestinya harus bersemboyan “boleh salah tapi tidak boleh bohong”. Dan halnya dalam ranah/dunia politik, jargon yang dipakai adalah “bohong itu boleh tapi tidak boleh salah”. Bagi sekolah/madrasah yang dalam pelaksanaan UN- nya curang, maka akan berdampak pada peserta didik di kelas bawahnya yang tahun berikutnya akan melaksanakan UN. Mereka para adik kelas yang tahu bahwa kakak kelas dalam UN nya itu dibantu oleh guru, maka jelas mereka akan “ogah-ogahan” dalam belajar karena mereka tahu bahwa nanti pada saat UN pasti akan dibabntu oleh guru sebagaimana kakak kelasnya dulu.
Ketiga, dampak negatif terhadap wali peserta didik adalah bahwa sekarang ini sudah banyak wali peserta didik yang beranggapan bahwa yang namanya sukses pendidikan anaknya yaitu apabila anaknya lulus ujian nasional. Degan demikian para wali peserta didik sudah tidak lagi memperdulikan apakah anaknya itu akhlak/kelakuannya baik atau tidak, menjadi tambah mandiri, berwawasan luas, kretaif dan inovatif atau tidak?. Yang penting apabila sudah lulus UN berarti sudah berhasil. Konsekuensi asumsi yang demikian adalah wali peserta didik kemudian menjadi kurang respek terhadap pengawasan dan pendampingan belajar anaknya. Orang tua baru akan peduli terhadap belajar anaknya ketika UN sudah dekat, sementara untuk saat-saat di luar menjelang UN, anak tidak pernah dimotivasi untuk belajar secata kontinue.
Di samping apa yang telah diuraikan di atas, sebenarnya dampak negatif dari sistem UN yang ada sekarang ini juga melanda ke lembaga-lembaga /para pengelola pendidikan non pemerintah. Harus diingat bahwa para pengelola lembaga pendidikan non-pemerintah dalam membangun gedung/ RKB dan pengadaan fasilitas pendidikan yang lain itu, dananya berasal dari hutang bank. Kemudian guru dan karyawannya 100% swasta . Mereka berkewajiban “menyicil” tiap bulan ke Bank dan membayar guru/karyawan tiap bulan. Coba apa yang bakal terjadi apabila sekolah tersebut banyak yang tidak lulus?. Dengan demikian lembaga-lembaga pendidikan non pemerintah yang kondisinya demikian- penulis yakin- akan berusaha dengan “cara apapun” yang penting para siswanya harus lulus UN. Sebab, kalau sampai terjadi banyak yang tidak lulus UN akan dapat berakibat fatal dan bahkan bisa terjadi “kiamat” di lembaga pendidikan tersebut. Sebab, secara empirik, lembaga pendidikan non pemerintah yang demikian itu, sebenarnya bukan saja berfungsi sebagai wahana pencerdasan anak bangsa/peserta didik tetapi juga berfungsi ekonomis, yakni sebagai “lahan penghidupan” bagi guru dan pegawai yang berada di dalamnya beserta keluarganya. Dengan demikian kelulusan UN itu ada hubungannya dengan “dapur”..
Tawaran Solusi
Untuk menghindari pro dan kontra tentang perlu-tidaknya ada ujian nasional, maka penulis menawarkan alternatuf solusi. Pertama, kiembalikan fungsi UN itu itu sebagai sekedar alat “pemetaan” (mapping) kualitas pendidikan, bukan sebagai alat penentu kelulusan. Jadi, UN itu berfungsi seperti sistem Ebtanas yang model dahulu. Artinya anak tetap mendapat STTB dan nilai Ebtanas sebagai lampiran dari STTB tersebut. Ketika UN tidak dijadikan alat penentu kelulusan, maka pelaksanaan UN di sekolah/madrasah jelas cenderung akan lebih fair-play dan jujur karena tidak ada rasa khawatir peserta didiknya tidak lulus. Kemudian yang menentukan lulus-tidaknya peserta didik, diserahkan kepada sekolah/madrasah. Kedua, apabila UN itu tetap dijadikan alat penentu kelulusan, maka agar UN itu lebih demokratis dan adil, batas kelulusan (passing-grade) yang dijadikan patokan kelulusan itu jangan hanya ada satu seperti sekarang, tapi paling tidak ada tiga tipologi /strata passing-grade, misalnya : tipe A dinyatakan lulus dengan passing grade 5,1, tipe B lulus dengan passing grade 4,1 dan tipe C lulus dengan passing grade 3,1. Dan sejak awal pendaftaran UN peserta didik sudah mendaftar UN dengan preferensi tipe /passing-grade yang sesuai dengan kemampuan dirinya. Sekarang ini kan tidak adil. Sekolah/madrasah yang pinggiran, sekolah/madrasah yang gurunya belum memenuhi standar, sekolah/madrasah yang sarprasnya sangat tidak memenuhi, passing-grade-nya disamakan dengan sekolah yang sudah berstandar SSN. Dimana letak keadilannya?. Apabila tiga tipologi passing-grade itu sejak awal sudah ditawarkan kepada peserta didik yang akan melaksanakan UN berarti telah ada keadilan dalam dunia pendidikan kita. Peserta didik yang mendapat nilai tinggi tentu akan masuk ke sekolah-sekolah favorit- sementara yang nilainya rendah- akan memilih sekolah/madrasah yang sekiranya mau menerima dirinya sesuai dengan nilai hasil UN/NEM yang dimiliki. Demikian, Wallahu a’lam bi al- Shawab.
sumber=http://mtsnkebumen1.wordpress.com/
Akhirnya ujian tengah semeter telah usai..!!

Pada postingan kali ini, ais coba menuliskan mengenai surat lamaran pekerjaan. Dan langsung saja kita cek ke Te Ka Pe...
Mengorganisasikan Surat Lamaran
Sebelum Anda mengirimkan sebuah surat lamaran ada baiknya bila Ada melakukan pencatatan agar surat yang Anda kirim dapat diketahui (mampu telusur) kapan surat itu dikirim, kepada Perusahaan apa dan dimana, serta untuk posisi apa. Hal ini akan memudahkan bagi Anda untuk mengevaluasi keberhasilan serta mempersiapkan tahapan selanjutnya apabila datang undangan wawancara atau dalam melakukan tindak lanjut terhadap surat lamaran yang telah anda kirimkan.
Hal-hal yang harus benar-benar Anda persiapkan dan perhatikan:
1. Nama Perusahaan
2. Alamat Perusahaan
3. Kepada siapa surat itu ditujukan
4. Apakah Anda tahu benar tentang perusahaan tersebut? (Cari tahulah lebih banyak sebelum menyesal dan membuang percuma waktu Anda)
5. Apakah benar-benar tertarik pada posisi yang ditawarkan atau hanya sekedar ‘test case’ saja?
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan Surat Lamaran:
* Ikuti aturan format dan penulisan ‘standard business letter’
* Buatlah surat yang menarik minat pembaca surat agar segera menghubungi anda begitu selesai membacanya atau paling tidak membuat catatan pada surat lamaran Anda bahwa Anda akan dipertimbangkan sebagai KANDIDAT
* Perhatikan cara penulisan dan tata bahasa yang benar.
* Tulislah dengan menggunakan Ms Office Word
* Print out dengan mengunakan ink-jet dan kertas dengan berat antara 80 s/d 120 gram per meter persegi (GSM, 80gsm), warna putih terang. Sehingga surat lamaran Anda benar-benar terlihat ekslusive.
* Tanda tangan asli
* Singkat, padat dan jelas yang menerangkan keinginan Anda untuk dapat berbuat lebih bagi perusahaan dan memberikan nilai tambah bagi organisasi
* Kalimat penutup yang menyatakan bahwa Anda ingin sekali mendapatkan respond atas surat lamaran yang Anda kirimkan tersebut. ”Looking forward to your kind advised on this opportunity”.
* Isi Surat lamaran yang bernada Sopan, ramah dan penuh antusias.
Bagaimanakah cara terbaik merespon iklan lowongan kerja?
1. Gunting iklan tersebut dan buatlah kliping. Hal ini akan memudahkan Anda untuk mengetahui trend kebutuhan dari berbagai perusahaan, sekaligus memudahkan Anda untuk melakukan tracking.
2. Bacalah berulang-ulang untuk tahu maksud kebutuhan perusahaan tersebut sehingga memudahkan Anda dalam membuat surat lamaran, Resume atau CV.
3. Surat lamaran hendaknya merupakan jawaban atas iklan lowongan pekerjaan. Dari sinilah pembaca akan mengetahui apakah Anda cukup cermat dan qualified untuk posisi tersebut.
4. Dengan membaca lebih cermat, Anda tahu betul apa kebutuhan perusahaan itu dan syarat-syarat apa yang diharuskan (seperti: CV = 2 lembar dan tidak boleh lebih besar dari 154kb..., dibutuhkan untuk Tenaga Kontrak, diluar pulau, posisi remote, memiliki kendaraan sendiri.. dst.)
5. Singkat, Jelas dan Menarik minat untuk dibaca dan yang penting ditindak lanjuti segera oleh pencari pekerja (recruiter)
6. Kecuali diminta dengan tegas, tuliskan berapa gaji yang adan inginkan. Bila tidak cukup tidak Anda tulis atau Anda katakan akan dibicarakan saat interview.
7. Dalam Surat Lamaran, Anda harus dengan jelas menyebutkan apa yang membuat Anda lebih khusus dan memberikan nilai tambah bagi pencari pekerja untuk mempertimbangkan Anda; Skill, Pengalaman, Penghargaan, Pencapaian dan hal-hal khusus lainnya.
8. Straightforward. Pasti. Bisnis adalah untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar, dan Anda adalah orang yang dicari untuk menambahkan digit itu.
9. Ingatlah, bahwa SURAT LAMARAN Anda adalah kunci menuju pintu selanjutnya yaitu bertemu dengan pencari pekerja. Interview.
Interview Appreciation Letter
Setelah Anda melakukan Interview adalah wajib hukumnya bagi Anda untuk mengirim surat (email) yang menyatakan ucapan TERIMA KASIH dan sekaligus menegaskan keinginan Anda untuk mendapatkan peluang masuk kedalam tahapan berikutnya (proses seleksi).
Formatnya:
* Tuangkan rasa apresiasi kepada pewawancara dan perusahaan yang telah memeberikan waktu dan kesempatan sebagai rasa bangga dan terima kasih.
* Tulis tanggal interview, nama pewawancara, Perusahaan beserta Alamat dengan benar.
* Bila perlu ajukan pertanyaan bila ‘benar-benar penting dengan cara yang bijak pandai’ yang belum dijawab atau belum sempat ditanyakan pada saat Anda Interview.
* Ekpresikan sikap antusias Anda bahwa Andalah orang yang tepat untuk dipilih, sekaligus mengantisipasi apapun hasil yang akan diputuskan oleh hasil wawancara.
Letter Of Acknowledgement
Begitu Anda menerima surat penawaran, adalah wajib sesegera mungkin dalam hari yang sama merespon penawaran tersebut, meski belum memberikan jawaban’YA’ atau ’TIDAK’ atas tawaran tersebut.
Formatnya:
* Menuliskan bahwa Anda telah menerima surat penawaran tersebut tanggal…
* Ekspresikan apresiasi Anda sebagai rasa syukur dan terima kasih.
* Beritahukan dengan TEGAS kapan Anda bisa memutuskan ’Ya atau Tidaknya’ atas penawaran tersebut (namun akan lebih baik tidak lebih dari 3 hari setelah surat atau Email itu sampai ketanggan Anda).
Letter of Acceptance
Sesaat Anda telah menentukan pilihan untuk menerima tawaran tersebut, bersegeralah menelpon atau mengirimkan Email sebagai tanda persetujuan Anda.
Formatnya:
* Bisa berupa email atau berbicara lewat telepon.
* Lakukan konfirmasi dengan menyebutkan secara jelas kapan Anda akan bergabung, berapa gaji yang Anda setujui (termasuk jenis tunjangan dan detail lainnya), nama atasan Anda (ditempat yang baru tersebut), kemudian mintalah perusahaan tersebut untuk mengkonfirmasi ulang. Hal ini sangatlah penting.
* Katakan apresiasi dan rasa terima kasih Anda secara specific kepada orang yang Anda temui dan membantu Anda pada proses seleksi tersebut.
* Tanyakan hal-hal yang belum jelas berkaitan dengan tindak lanjut bagi proses selanjutnya.
Letter of Declination
Meskipun Anda tidak bisa menerima tawaran untuk bergabung karena alasan tidak adanya kesepakatan atau mungkin setelah Anda pertimbangkan masak-masak Anda memilih pilihan lain, tidak ada salahnya Anda memberikan konfirmasi sesegera mungkin sehingga akan memudahkan bagi pihak Perusahaan yang menawarkan posisi tadi untuk bergerak kepada kandidat yang lain. Untuk hal ini lebih baik Anda lakukan dengan cara tertulis, kemudian dilanjutkan dengan menelpone perusahaan tersebut.
Membangun networking dan nama baik adalah hal yang utama pada jaman sekarang ini.
Bersikaplah terhormat dan menghormati, dengan kesantunan dan kerendahan hati, justru akan membuat diri Anda bernilai lebih dimata perusahaan tersebut.
Cover Letter Outline
1st Paragraph:
Menceritakan dari mana (bagaimana) Anda mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan dan mengapa Anda melamar posisi tersebut.
2nd Paragraph:
* Ceritakan dua qualifikasi yang paling berhubungan erat dengan persyaratan lowongan pekerjaan tersebut.
* Mengapa Anda tertarik untuk pekerjaan tersebut?
*
Ungkapkan ekspresi ketertarikan Anda untuk memberikan lebih dan menjadikan diri Anda sebagai sosok yang paling diperhitungkan sebagai kandidat.
3rd Paragraph:
* Buatlah penutup yang menyatakan keinginan Anda untuk dapat bertemu dan melakukan wawancara untuk menceritakan lebih rinci lagi tentang hal-hal positif dan bernilai bagi Perusahaan tersebut.
* Mintalah waktu pemberitahuan untuk bertemu wawancara paling tidak satu minggu sebelum hari ‘H’.
* Tutuplah dengan kata-kata yang bersemangat dan santun. Seperti: with great enthusiasm atau Sincerely… diikuti dengan tanda tangan dan nama lengkap (jelas terbaca menggunakan huruf capital).Demikian yang dapat ais sampaikan, semoga bermanfaat dan bisa membantu. Atas waktu dan perhatiannya ais sampaikan terimakasih.
Salam maniz,
sumber : http://fantasticjobs.blogspot.com/2009/05/cara-menulis-surat-lamaran-yang-benar.html






