Malaysia Ikuti Parade Budaya Nusantara

DENPASAR - Parade Budaya Nusantara di Jembrana, Bali kembali digelar. Yang menarik, meski Malaysia kini tengah gencar dihujat masyarakat Indonesia, festival di ujung barat Pulau Dewata itu diikuti oleh delegasi negeri Jiran itu.

Keikutsertaan Malaysia diharapkan dapat kembali memperbaiki hubungan kedua negara, setelah negara tetangga itu mengklaim tari Pendet dalam iklan pariwisatanya. "Ini suatu kehormatan. Dari empat negara yang diundang, Malaysia justru yang hadir," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik usai membuka parade, Selasa (1/9/2009).


Kontingen Malaysia sendiri mengirimkan enam peserta putra-putri. Di sepanjang jalan yang menjadi rute parade, mereka mempertunjukkan tari kreasi sembari melambaikan tangan kepada masyarakat. Mereka juga membagikan bendera Malaysia ukuran kecil kepada warga yang menonton.

Terkait tari Pendet yang muncul dalam iklan pariwisata Malaysia, Jero Wacik menegaskan bahwa negara tetangga itu sudah mengakui itu merupakan produk budaya asli Bali. Menteri asal Bali ini juga menyayangkan aksi protes yang berlebihan terhadap Malaysia. "Apalagi Malaysia dengan tegas sudah menyatakan tidak mengklaim tarian itu," imbuhnya.

Dia juga berharap, Parade Budaya Nusantara dapat ikut mendongkrak kunjungan wisatawan, pasca ledakan bom di Mega Kuningan, Jakarta, Juli lalu. Kehadiran kontingen negara lain seperti Malaysia, lanjut dia, menunjukkan bahwa Indonesia aman untuk dikunjungi wisatawan.

Parade Budaya Nusantara dalam rangka HUT ke-144 Negara, ibukota Kabupaten Jembrana sendiri diikuti oleh 23 daerah di seluruh nusantara. Kali ini tema yang diangkat yakni "Bhinneka Sandi Adnyana" yang berarti keragaman menuju satu tujuan.

sumber : http://news.okezone.com/read/2009/09...daya-nusantara


.:: MAKSAIH DAH DIBACA.. KAPAN-KAPAN MAEN LAGI YACH..!! ::.



Blog, Updated at: 06.08

9 komentar:

  1. Saya setuju dengan pernyataan Menteri Pariwisata, Jero Wacik, bahwa kita tidak perlu merespon berlebihan terhadap Malaysia. Merespon dengan berlebihan, bahkan dengan ancaman pernyataan perang seperti yang dideklarasikan oleh Permadi, dibawah bendera PDIP, justru akan memperkeruh situasi.

    BalasHapus
  2. Baguslah kalau begitu....
    Itu baru namanya jantan!!!
    Satu harapan : mudah2an dengan ini hubungan kita dengan Malaysia bisa harmonis lagi seperti jaman Pak Harto dulu.....

    MERDEKA!!!!!

    BalasHapus
  3. bukan kita yang berlebihan melakukan aksi protes ke malaysia, tapi malaysianya yang nyolot, berlebihan banget dalam merebut segala sesuatu yang ada di indonesia. tuh pulau jemur katanya juga di klaim apa ndak kurang ajar tuh? padahal jaraknya itu 1 : 3 antara malaysia dengan indonesia.


    terima kasih

    BalasHapus
  4. yang penting adalah .. GANYANG MALAYSIA

    BalasHapus
  5. santai aja. ambil hikmahnya aja. kan sekarang orang indonesia jadi lebih nasionalis

    BalasHapus
  6. sama tetangga jangan saling menghujad harus hidup rukun dan damai... ga baik ribut2 kan ada jalan musyawaroh dan mufakat.

    BalasHapus
  7. Lbh baik dicari solusi yang terbaik tuk pecahkan semua mslh dgn damai tanpa harus perang mulut serta otot, kita sebagai warga Indonesia kan cinta damai...:-)

    BalasHapus
  8. MUNGKIN ITU MENUNJUKKAN ITIKAD BAIK SI MALAYSIA TERHADAP KESALAHANNYA..NAMUN DALAM KASUS TARI PENDET,SEBAIKNYA KITA AKHIRI SAJA KARENA PIHAK YG PALING BERTANGGUNG JAWAB ADL DISCOVERY CHANNEL DNA MEREKA SUDAH MENGAKUINYA LEWAT SIARAN PERS-NYA..
    KASUS INI BISA MEMBAWA PELAJARAN BERHARGA BAGI BANGSA INDONESIA

    Discovery Channel Menebus Kesalahan terhadap bangsa Indonesia : Program 30 Menit Tari Pendet

    BalasHapus

bicaralah yang baik,atau lebih baik diam.

Menu :