Prabowo Janji Beri 1 Juta Laptop Untuk Mahasiswa

Selasa, 10/03/2009 | 16:42 WIB

Jakarta – Calon presiden (capres) Prabowo Subianto yang kjuga Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra telah meluncurkan delapan program aksi untuk kemakmuran rakyat yang akan ditawarkan kepada rakyat indonesia. Salah satunya, Prabowo berjanji akan membagi-bagikan satu juta laptop per tahun kepada mahasiswa untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

"Program kami, akan bagi-bagikan sedikitnya 1 juta laptop kepada mahasiswa per tahun," janji Prabowo, dalam acara 'Bincang-bincang bersama Prabowo', di Hotel Intercontinental, Jakarta, Selasa (10/3), disambut tepuk tangan audiens.


Hal ini, jelas Prabowo, dimaksudkan karena universitas merupakan investasi masa depan bangsa. "Kita tidak bisa ketinggalan teknologi. Sekarang kemajuan teknologi itu sudah tidak lagi mahal," jelas mantan Danjen Kopassus itu.

Menurut Prabowo, negara-negara lain sudah melakukan hal tersebut. Sehingga, bukan tidak mungkin jika Indonesia tidak melakukannya juga sekarang.

Selain membagikan laptop, Prabowo juga akan mencabut Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (BHP). Ia juga berjanji akan menghapus pajak buku pelajaran dan menghentikan model penggantian buku pelajaran setiap tahun.

Prabowo memprotes mahalnya biaya untuk membayar sekolah di Indonesia akibat menerapkan sistem kapitalis, sehingga anak orang miskin sulit mengenyam pendidikan tinggi. "Anak orang miskin tidak bisa mengenyam pendidikan tinggi, meskipun pinter," ungkapnya.

Ia prihatin setiap ganti pejabat, ganti pula buku-buku yang dipakai setiap tahun. Bahkan, ungkap dia, buku-buku pendidikan di Indonesia lebih mahal dari Australia. "Buku texbook juga lebih mahal dari Singapura, karena di sini dianggap barang mewah," paparnya.

Kalau di India dan Thailand, buku-buku yang sudah diterjemahkan dari texbook dibagi-bagikan kepada pelajar dan mahasiswa. Kalau di Indoensia, buku-buku itu dijual mahal. "Jadi, anak tukang bakso, anak tukang becak, anak petani, tidak bisa maju meskipun pinter," bebernya.

"Setiap ganti pejabat, ganti buku. Padahal, pelajaran matematika itu kan tidak pernah ganti, tetap saja. Kenapa bukunya yang diganti setiap tahun?" tanya putra mendiang begawan ekonomi Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo ini

SUMBER : http://www.jakartapress.com/news/id/...k-Mahasiswa.jp
wah asikkkk...gw gk mencoba kampanye cuman share aja



.:: DAH SELESE BACANYA ::.

MAKSAIH DAH DIBACA.. KAPAN-KAPAN MAEN LAGI YACH..!!

Blog, Updated at: 02.31

0 komentar:

Posting Komentar

bicaralah yang baik,atau lebih baik diam.

Menu :